HANYA UNTUK KEPERLUAN INTERN DUSUN BULUREJO

Tuesday, July 4, 2023

Ada Apa Dengan Kita?

What's wrong with us? Banyak hal yang harus kita benahi untuk membangun kemajuan bersama terutama dibidang keagamaan, agar semua sejalan dan berjalan seperti harapan, Semua tidak cukup dengan niat baik dan ilmu tetapi butuh kebersamaan, pemahaman dan penterjemahan yang nyata dalam mengatasi masalah. Ngelmu iku, kalakone kanthi laku. Untuk mencapai ngelmu, kita harus mampu, menelaah, mengolah hati dan pikiran dengan penghayatan, pemahaman yang luas dan mendalam, memaknai ilmu dengan baik, menterjemahkan dalam makna dan konteks yang tepat, tidak terpaku dalam teori harfiah, text book atau logika semata.

Proses meraih ngelmu dengan meraih ilmu sangat berbeda. Ngelmu hanya bisa diraih dengan cara dihayati, dijiwai dan dilakoni atau diamalkan. Berbeda dengan ilmu yang hanya dipelajari saja dalam teori tanpa diejawantahkan,atau tanpa diamalkan. Ngelmu bicara tentang konteks, sedangkan ilmu bicara tentang teks (teori). Dengan ngelmu, kita bisa menghayati, dan memaknai konteks dengan pengejawantahan yang benar, mampu mengenali apa yang terjadi, dan mengetahui apa yang harus dijalani. Ketika kita ingin memperbaiki rumah, maka kita harus mengetahui apa yang harus diperbaiki. Janganlah kita berpikir untuk memperindah rumah dulu dengan hiasan warna warni, tapi mulailah, dengan membuat bangunan rumah itu berdiri tegak dan kuat. Ketika tiang rumah yang rapuh, kurang tegak, maka tiang itu yang harus diperbaiki. Kita harus berpikir bagaimana cara memperbaiki tiang itu, agar bisa ditegakkan dengan baik, tanpa menimbulkan masalah yang lain atau mengganggu bagian yang lain.


Apa makna analogi diatas? Adalah penting bagi kita untuk memahami sumber masalah dan menentukan bagaimana cara mengatasi masalah tersebut. Jika tiang rumah atau struktur bangunan yang bermasalah, maka jangan pernah berpikir untuk membangun lantai granit, lampu hias atau ornamen mewah rumah kita, itu adalah hal yang sia sia. Ada sebuah pertanyaan pilihan sederhana untuk anda dan kita semua. Apa hal terpenting dari bangunan rumah anda agar bisa dikatakan rumah itu baik? 

Opsi A : rumah sederhana tapi kokoh dan kuat.
Opsi B : rumah mentereng, penuh ornamen hias, perabot mewah tapi strukturnya rapuh. 

Opsi A, lebih relevan untuk kita pilih, meski sederhana tapi kokoh dan aman. Opsi B mungkin kasurnya empuk, tapi tidak bisa tidur nyenyak, karena takut kejatuhan genteng atau rumahnya ambruk. Ini adalah gambaran kondisi hari ini tentang seperti apa kemajuan masjid kita. Kita belum mampu mengikuti langkah cepat, karena kita baru bisa merangkak dan mencoba berdiri tegak. Masyarakat yang baru belajar, dan mencoba menyesuaikan untuk mencapai keseimbangan. Ketika orang baru belajar berdiri dan berjalan, jangan ajak mereka untuk berlari, karena mereka bisa jatuh atau berhenti ditengah jalan. Ketika para murid masih duduk di bangku TK, lalu diajarkan materi anak SD, maka murid itu besok tidak mau lagi masuk sekolah. Anak TK yang dibutuhkan kenyamanan, bermain sambil belajar dalam suasana yang nyaman.

Ketika kita bicara istiqamah dalam ibadah, maka muncul pertanyaan, siapa yang ingin diajak istiqamah? Jama'ah menjadi faktor terpenting saat ini. Artinya kita harus mulai upaya kita dengan membangun jamaah. Janganlah mengejar kualitas, ketika kuantitas belum ada. Skala prioritas menjadi hal penting untuk diperhitungkan dan menata kembali konsep yang tepat untuk saat ini. Ketika kita ingin istiqamah dalam upaya mengajak dan memakmurkan masjid, maka yang semestinya di istiqamahkan adalah UPAYA kita. Istiqamah dalam upaya yang efektif untuk membuat orang merasa senang dan nyaman datang ke masjid, dan disisi lain tidak mengganggu tugas atau aktivitas mereka yang lain. Kita butuh mengaji, tetapi kajian ilmu tidak terbatas pada saat kita mendengarkan ceramah saja. Ketika seorang ulama menyampaikan dalam kajiannya untuk berbakti dan merawat orang tua kita yang sudah lanjut usia, kemudian kita bekerja keras untuk mencari biaya untuk merawat dan membeli obat, maka sesungguhnya kita sudah menjalankan isi kajian tersebut dan bukan hanya sekedar mendengarkannya. Bukan sebatas narasi, tetapi aktualisasi dan implementasi.

Berjuang menegakkan agama, maknanya sangatlah luas, tidak terbatas menjalankan kegiatan atau amalan amalan ibadah sebanyak mungkin dan sesering mungkin. Jika anda berhasil menyadarkan orang yang awalnya tidak kenal agama menjadi orang yang tau agama dan taat beragama, maka anda sudah menjadi umat yang berguna untuk agama anda dan menegakkan agama anda, mungkin jauh lebih bernilai ketimbang menjalankan amalan ibadah yang hanya untuk diri sendiri. Ibadah tidak terbatas dengan sholat dan bermunajat di masjid dengan memperbanyak amalan, dan berdo'a, tetapi juga di sawah, diladang, di pabrik, di jalan raya, dikantor yang semua itu dengan nawaitu untuk mencari nafkah, mencari berkah, untuk perut yang lapar, untuk anak anak menjadi pintar, karena agama juga memerintahkan "bekerjalah untuk duniamu seolah olah engkau akan hidup selamanya, dan bekerjalah untuk akheratmu seolah olah engkau akan mati esok hari. 

Merubah dunia berpikir dan hati bukan hal yang mudah dan niat baik tidak akan cukup untuk merubah kata tidak menjadi iya, merubah ogah menjadi OK, merubah yang buruk menjadi baik. Orang tidak akan percaya hanya dengan apa yang mereka dengar, tetapi akan yakin dengan apa yang mereka lihat. Jika diri kita mampu memahami orang lain dan melihat realita apapun bentuknya, maka kita bisa mengerti apa yang sedang kita hadapi. Memahami dengan segala kelebihan dan kekurangannya, disitu kita bisa melihat apa dan bagaimana sikap dan langkah kita. Dengan segala kebesaran hati, maka tugas kita hari ini adalah membangun atau mendirikan, bukan merenovasi atau memperindah. Jika orang ingin yang sederhana, maka janganlah melakukan hal yang muluk muluk, jika tidak ingin diabaikan atau ditinggalkan. Jika kita melihat kembali konsep diatas, apa yang menjadi syarat pertama konsep itu bisa diterapkan? yang pertama adalah ada jama'ah. Tanpa jama'ah artinya tidak akan ada yang belajar mengaji, tidak ada yang mengikuti kajian, shalawat, dzikir dsb. Apakah kita sudah berhasil mendatangkan jama'ah? atau malah kita kehilangan jama'ah? apakah kita pernah berpikir, mengapa yang seharusnya banyak yang datang, tetapi malah banyak yang hilang ??? Ini seharusnya butuh pemahaman yang nyata. Jika tugas pertama kita belum berhasil, lalu bagaimana jika semua tugas itu dijalankan bersama? Berhenti ditengah jalan...

Terkadang kita dihadapkan dengan kenyataan yang tidak sesuai dengan keinginan dan harapan kita. Ini bukanlah masalah benar atau tidak benar, tetapi efektif atau tidak efektif, realistis atau tidak realistis dengan realita yang ada. Jangankan diri kita, Rasulullah SAW pun menghadapi berbagai masalah ketika beliau menjalankan dakwahnya, dan beliau menerapkan treatment (penanganan) yang berbeda beda dengan melihat kondisi atau karakter kaum itu. Ketika beliau menghadapi kaum yang gemar mabuk mabukan, beliau tidak serta merta menyampaikan bahwa mabuk itu haram, tetapi beliau menyampaikan kepada mereka, janganlah kalian mendekati shalat ketika kalian dalam keadaan mabuk. Meskipun jelas bahwa mabuk itu haram, karena umat yang belum paham dan belum kuat dalam agama, beliau sampaikan itu step by step, langkah demi langkah. Apa hikmah yang dapat kita ambil? tidak akan terjadi benturan antara tujuan baik (ajakan) kita dengan kenyataan yang ada, tidak ada resistensi atau sikap anti dengan kondisi yang terjadi. Ketika kita ingin ayam ayam kita masuk ke kandang, maka buatlah kandang itu nyaman bagi sang ayam, mungkin tidak perlu lampu yang terang benderang, pagar ataupun ikatan tali, tapi cukup pijakan untuk bernaung dan mereka bisa pergi saat udara pagi telah menanti dan kembali lagi saat sore hari datang menghampiri.

Mohon maaf atas semua omong besar saya disini, ini sebatas potret yang bisa saya rasakan dan risaukan, sekali lagi tidak ada yang salah dari semua tujuan baik kita, semua sangat mulia, saatnya kita berbenah, kenali apa yang terjadi, pahami apa yang di-ingini, jalani apa yang harus diperbaiki, Nuwun, matur nuwun!


1 comment:

  1. Intinya, jangan terpaku pada ilmu, tapi lakukan dengan ngelmu

    ReplyDelete

CATATAN BULAN RAMADHAN DAN IDUL FITRI 1447H

Informasi terbaru di bulan ramadhan dan idul fitri 1447H, meliputi data pengeluaran dan pemasukan. KAS TERDAHULU: Rp 2.816.000 Acara selama ...